Iblis Tidur

Akulah pemilik mata merah. Memyeret-nyeret kaki di trotoar yang terang dan gelap berselang-seling. Bibirku mengapit sebatang LA Menthol. Jadilah mulutku bak knalpot mobil tahun tujuh puluhan. Seperti pisau, udara malam menusuk belulangku, setelah berhasil menembus kemeja dan pori-poriku. Aku tahu bahwa diriku kedinginan, tapi aku melepaskan jasku dan menggantungkannya di salah satu pundak. Bukan apa-apa,ini karena tuntutan. Bukankah tuntutan dari orang yang stres itu mesti berpakaian acak-acakan? Kemejaku pun kancingnya lepas sebagian dan dasi kujadikan penutup mata. Aku ingin tidur! … continue reading this entry.

Persiapan Aruh Blogger

Gila! Gue seneng banget bisa kedaftar di gathering Aruh Blogger (AB). Baru kedafta aja udah seneng nggak maen-maen, apa lagi pas ikutannya. Padahal gue blogger dadakan. Pas ada di AB aja gue ada dikit tampang blogger (Emang tampang blogger itu kayak apa?)
… continue reading this entry.

Tolong Aku!

Saat umurku dua bulan, ayahku meninggal, berarti ibuku menjanda. Ibuku itulah satu-satunya yang mengajariku bagaimana trik masuk surga.
Kata ibuku, ayahku orang yang budiman. Makanya dia berujar,”Sayang, pokoknya apa yang kamu mau, bisa didapatkan di surga. Bahkan kamu bisa bertemu ayahmu di sana.”
Diajak shalat, aku manut saja, karena dua alasan : pertama, mushalla komplek, tempat biasa aku shalat, adalah sekaligus tempat bermain di malam hari, kedua, aku ingin masuk surga!
… continue reading this entry.